Instalasi Sistem operasi dasar
Selasa, 30 April 2024
MELAKUKAN INSTALASI SISTEM OPERASI DASAR
Spesifikasi Minimal Untuk Menginstal Sistem Operasi
Spesifikasi Windows 98 :
- Prosesor 66 MHz
- RAM 16 MB
- VGA 2 MB
- 225 MB Free Harddisk Space
Spesifikasi Windows XP :
- Prosesor 233 MHz
- RAM 64 MB
- VGA 2 MB
- 3 GB Free Harddisk Space
Spesifikasi Windows Vista :
- Prosesor 800 MHz
- RAM 512 MB
- VGA 64 MB
- 15 GB Free Harddisk Space
Jika ingin menggunakan tampilan Aero, maka:
- Prosesor 1GHz
- RAM 1 GB
- VGA 128 MB dengan DirectX 9.0 Support
Spesifikasi Windows 7 :
- Prosesor 1GHz
- RAM 1 GB
- VGA 128 MB dengan DirectX 9.0 Support
- 16 GB Free Harddisk Space
Spesifikasi Ubuntu :
- Prosesor 300 MHz
- RAM 64 MB
- VGA 2 MB
4 GB Free Harddisk Space
Spesifikasi Windows MAC OS X Snow Leopard :
- Mac Computer dengan prosesor Intel
- RAM 1 GB
- VGA 128 MB
- 5 GB Free Harddisk Space
1. Media Penyimpanan
Kalau kita berbicara mengenai komputer maka tidak terlepas dengan media penyimpanan atau lebih dikenal dengan istilah 'storage'.
Perkembangan media penyimpanan atau storage seiring dengan perkembangan perangkat keras atau hardware lain seperti prosesor. Perkembangan prosesor khususnya kelas PC (personal computer) kalau kita lihat tingkatannya sebagai berikut - XT, 286, 386, 486, Pentium I, Pentium II, Pentium III dan Pentium IV. Kemudian untuk media penyimpanan kalau kita lihat ke tahun-tahun di belakang. Awalnya kita berbicara mengenai KB (kilobyte = 1024 byte) kemudian berkembang menjadi MB (Megabyte = 1024 KB). Namun, saat ini sudah menggunakan GB (Gigabyte = 1024 MB). Bahkan di bidang storage terutama backup, saat ini sudah mencapai Terabyte (TB = 1024 GB) dan sedang dikembangkan teknologi untuk mencapai tingkatan Petabyte (1024 TB).
Kita lihat urutannya di tabel berikut ini:
Byte
=
8 bits
Kilobyte
=
1,024 bytes
Megabyte
=
1,048,576 bytes = 1,024 KB
Gigabyte
=
1,024 MB
Terabyte
=
1,024 GB
Petabyte
=
1,024 TB
Exabyte
=
1,024 PB
Zettabyte
=
1,024 XB
Yottabyte
=
1,024 ZB
Tipe storage yang umum digunakan adalah menggunakan media magnetik dengan 2 macam format yang berbeda yaitu 'fixed' / tetap dan 'removable' atau bisa dibawa / dipindah.
- 'fixed' media adalah teknologi media storage di mana 'head' untuk tulis / baca dan medianya (disk platter) dalam satu unit yang sama contohnya harddisk.
- removable media, adalah teknologi media storage di mana 'head' untuk tulis / baca terletak pada 'drive' dan cartridge (tape) untuk menyimpan data dan bisa dibawa/pindah contohnya yaitu tape drive dengan tape cartdrige. Media tape ini dapat dibawa atau disimpan di tempat yang terpisah dari drivenya. Ada keuntungan dengan media yang bisa dipindahkan ini, antara lain adalah tape selain bisa dibawa-bawa dan bisa disimpan di lokasi lain, hal ini digunakan atau diimplementasikan dalam 'disaster recovery plan' atau rencana / prosedur terhadap bencana. Misalnya katakanlah gedung terbakar dan semua komputer dan informasi di dalam kantor tersebut habis terbakar. Dengan adanya tape media yang berisi data perusahaan yang sudah dibackup, meskipun tidak up-to-date atau bukan data terkini, namun setidaknya masih ada data perusahaan yang bisa digunakan atau data-data penting misalnya tagihan ke pelanggan, data penelitian dan data-data penting perusahaan lainnya.
Masing-masing tipe media storage mempunyai ciri khas tersendiri berikut harga, unjuk kerja, handal, kelebihan serta kelemahannya.
Kelebihan dan Kelemahan media penyimpanan :
a. Flashdisk
Kelebihan
Bentuk yang kecil hingga mudah dibawa, Harga relative murah.
Kelemahan
Karena bentuk yang kecil, hingga rawan hilang. Removable storage, hingga data rawan rusak.
b. Compact Disk
Kelebihan
Aman dari serangan virus, karena proses penulisan data pada disk membutuhkan sinar optik yang dikendalikan oleh software khusus.
Kelemahan
menyimpan file dalam bentuk copy cd adalah daya tahan replikasi cdnya yang tidak terlalu lama. Semakin sering di pakai maka permukaan cd vcd lama kelamaan akan semakin kasar dan penuh baret2 karena gesekan dengan head cd vcd rom.
a. Harddisk
Kelebihan
Kapasitas besar, Pembacaan data lebih cepat, Relative tahan lama, Storage yang cukup aman
Kelemahan
Harga relative mahal, Rawan terjadi bad sector, Bentuk fisik yang relative besar dan berat, Motor listrik yang memiliki batas usia tertentu, rata-rata 700.000 jam penggunaan, Mudah rusak jika terkena benturan fisik.
A. Mensetting Bios
BIOS merupakan Singkatan dari Basic Input Output System. Suatu program kecil yang terletak di chip motherboard berguna untuk mengatur dan mengontrol hardware komputer sebelum sistem operasi diload
Program BIOS Setup yang memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan.
BIOS juga sering disebut sebagai ROM BIOS karena pada awalnya BIOS disimpan dalam chip memori hanya bisa baca (ROM) dalam motherboard. Mengapa disimpan di dalam ROM, adalah agar BIOS dapat dieksekusi pada waktu komputer dinyalakan, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpanan terlebih dahulu (yang memakan waktu lama). BIOS dalam komputer PC modern disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik atau Flash ROM. Karena itulah, sekarang sebutan Flash BIOS lebih populer dibandingkan dengan ROM BIOS.
Alur proses Booting / Bootup
Saat kita menyalakan komputer dengan menekan tombol Power, maka pertama-tama komputer akan mengecek kondisi power supply itu sendiri dan akan memberikan indikator tersebut akan diterima oleh processor bahwa sinyal power adalah baik.
Saat dikenali sumber tegangan maka CPU akan membaca ROM-BIOS. Apabila kode ini telah terbaca maka ROM-BIOS akan segera mengecek fungsi-fungsi bagian utama hardware, apakah sudah bekerja dengan baik atau tidak.
Jika booting yang dilakukan secara cold-boot, maka ROM-BIOS melakukan memerintahkan secara penuh pada POST (Power On Self Test). Namun jika booting yang dilakukan adalah warm-boot maka hanya sebagian test memori pada POST hanya membaca sebagian. Jadi POST bisa menjelaskan tentang keberadaan komponen-komponen seperti melakukan inisialisasi video adapter, card video, dan memori video, dan selanjutnya menampilkan informasi konfigurasi atau beberapa kesalahan. Sedangkan BIOS mengidentifikasi tampilan versi BIOS, pabrik pembuat, dan tanggalnya. Selain itu melakukan pengetesan terhadap memori beberapa kapasitas memori yang bisa digunakan. Dan yang juga penting bahwa pada saat ROM BIOS melakukan startup secara rutin akan menampilkan informasi yang disimpan di CMOS tentang kondisi Sistem operasi, floppy, CD-Rom, dan harddisk.
Setelah proses test selesai dan semua hardwarde teridentifikasi baik, maka BIOS akan mencari dimana sistem operasi berada, umumnya sistem operasi ini berada pada storage device. Urutan pencarian sistem operasi pada storage device pada BIOS berdasarkan pada settingan boot sequence BIOS itu sendiri.
Jika kita akan menginstal sistem operasi dari sebuah CD maka rubah urutan Boot sequnce yaitu CDROM pada urutan pertama, tetapi jika sistem operasi sudah terinstal di komputer kita rubah urutan Boot sequence yaitu HDD pada urutan pertama. Setelah merubah pengaturan boot sequence jangan lupa untuk menyimpan dengan cara tekan F10 atau pilih menu Save & Exit Setup.
Komentar
Posting Komentar